Minggu, 04 Januari 2009

KELUH KESAH TEMAN DAERAH (BAG.II)

Beberapa bulan kemudian temen daerah kembali bertanya "aku udah ngirim secara online, tapi kok masih juga jarang tayang ya...??? Nah..berati sekarang masih ada masalah baru yang sebelumnya tidak terdeteksi...
setelah gamabr yang dikirim kan dilihat hasil, memang ternyata kualitas gambar memang tidak memenuhi syarat untuk disiarkan terkecuali untuk berita yang bener-bener darurat yang menuntut segera ditayangkan, akan tetapi untuk berita yang isue-nya tidak begitu penting maka dapat dipastikan berita (gambar) tersebut tidak akan tayang...

Secara kualitas memang terjadi penurunan kualitas gambar, entah pixel gambar yang sangat minim, video size (widht x height) yang sangat tidak standar, bahkan settingan video bitrate yang ngawur. Semua kesalahan tersebut terjadi pada gambar temen daerah itu, walaupun secara teknis pengambilan gambar dan editing sudah mendekati SOP yang dikeluarkan perusahaan.

Ketatnya persaingan antar stasiun TV, juga membuat makin ketatnya dalam hal Quality Control, selain aktualitas dan kecepatan suatu berita...namun yang perlu ditekankan adalah media untuk mempublikasikan berita tersebut adalah televisi (audio+video), yang mana penonton menuntut gambar yang bagus, baik itu dari segi Content maupun darisegi kualitas gambar.
Nah dalam kualitas gambar inilah temen daerah tersebut belum dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh redaksi, sehingga jangan disalahkan para produser kalo gambar yang tidak sesuai standar tidak tayang....

Sadar akan kesalahnya temen daerah tersebut, mulai bersemangat kembali untuk lebih serius mempelajari proses streaming video. Setelah sebelumnya dalam proses editing, encoding memakai sofware versi home, maka sekarang temen tersebut pengen mencoba unruk menaikan level menjadi sofware versi profesional...(suatu kemajuan luarbiasa bagi saya karena kemauan temen tersebut bener besar untuk maju)....
disini saya juga menenkan kepada temen tersebut, bahwa sofware, hardware itu merupakan alat bantu saja...akan tetapi hasil akhir tetap tergantung dari siapa yang mengoperasikan...dalam pepatah londo "man behind the Gun".

Akhirnya dia sepakat untuk memilih salah satu software keluaran ADOBE dan canopus dengan alasan..software tersebut gampang dicari dan juga user friendly dan juga tidak membutuhkan spec PC yang terlalu tinggi...

Setelah beberapa lama temen tersebut tidak pernah menghubungi lagi, karena ada kekhawatiran akan hilang semangatnya untuk belajar, saya coba menghubungi temen tersebut untuk menanyakan progress dia selama ini...dan ternyata diluar dugaan saya.....dia masih telah menguasai apa yang dipelajarinya selama ini..dan apa yang diharapkan sejak awal (masalah tayang berita) ada peningkatan secara signifikan........
Dan sekarang temen tersebut...menjadi contoh bagi temen2 daerah lainnya, terutama yang mempunyai problem yang hampir sama......

alhamdulillah.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar