Rabu, 07 Januari 2009

TENTANG DURASI VIDEO

setelah sebelumnya kita mengetahui, lamanya waktu pengiriman....nah sekarang kita akan coba mengetahui jumlah volume data video yang sudah terkompres sesuai dengan durasi yang kita inginkan....

misalkan kita telah mengedit gambar dengan durasi 1,5 menit, dengan video bitrate 1500 kbps dan audio bitrate 128 kbps, maka total jumlah data tersebut adalah:

diketahui:
1 bit = 8 Byte
1 MegaByte = 1024 KiloByte
durasi = 1,5 menit = 1,5 x 60 second = 90 second
total bitrate = 1500 kbps + 128 kbps = 1628 kbps

dengan total bitrate 1628 kbps, dapat dikatakan bahwa dalam satu second (detik) maka jumlah data yang dihasilkan adalah 1628 kilobit.
untuk 90 second maka... = 1628 x 90 = 146.520 kilobit
= 146.520 : 8 = 18.315 KiloByte
= 18.315 : 1024 = 17,88 MB

jadi: dengan menggunakan video bitrate 1500 kbps dan audio bitrate 128, gambar (video) yang berdurasi 1,5 menit jika dikompresi akan menghasilkan data sebesar 17,88 MB

Senin, 05 Januari 2009

BERAPA LAMA SEH AKU NGIRIM GAMBAR..??

Kadang timbul pertanyaan dari para bos - bos di kantor pusat ketika mengirim gambar via FTP.."gambarmu tinggal berapa lama lagi nyampenya..???" Namun jawaban yang diberikan bukan jawaban yang pasti, hanya sebatas dugaan belaka ataw sebatas jawaban yang berdasarkan kebiasaan.

Beberapa software FTP memang menyertakan prosentase jumlah file yang telah terkirim dan bahkan ada juga yang menyertakan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mengirim sebuah file video. Namun estimasi waktu yang dikeluarkan oleh software, kadang kala tidak sesuai dengan waktu sebenarnya...nah lho...??
Banyak sebab kenapa estimasi waktu tersebut tidak akurat, salah satunya adalah tidak stabilnya kecepatan upload internet yang ada, sehingga ketika software melakukan kalkulasi waktu pengiriman disaat speed upload internet diposisi puncak, maka waktu pengirimanan akan terbaca semakin kecil (cepat), begitu pula sebaliknya. Sehingga jangan heran ketika kita mulai mengirim kita melihat estimasi waktu yang ditunjukan software, akan berbeda-beda ditiap saat.

Alangkah bagusnya kalo kita mengetahui perhitungan waktu pengiriman file video tersebut secara teoritis, bukan sebatas asumsi ataw berdasarkan pengalaman sebelumnya, ataw juga berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh software.

Dalam kehidupan sehari-hari diindonesia kita sering menemukan satuan ukuran, dimulai dari tangga paling bawah yaitu : milimeter, centimeter, meter, desimeter,dekameter, hektometer, dan kilometer. Sistem bilangan (desimal) inilah yang lazim dipakai dalam menentukan ukuran dalam kehidupan kita sehari-hari.
dapat disimpulkan bahwa :
1 kilo = 10^3 (dibaca 10 pangkat 3) = 1000

Namun dalam dunia perkomputeran satuan ukuran yang dipergunakan adalah sisitem bilangan binary. System ini hanya mengenal dua nilai yaitu 0 (nol) dan 1 (satu), yang dikenal dengan bit yang merupakan ukuran terkecil dalam dunia perkomputeran.
sitem bilangan binary ini dapat dihitung dengan 2^n (dibaca 2 pangakat n, n merupakan bilangan rasional)
sehingga :
1 bit = 2^3 (2 pangkat 3) = 8 Byte
1 KiloByte = 2^10 = 1024 Byte

Bila menggunakan satuan Byte harus ditulis mengunakan huruf kapital 'B'
sedangkan bila mengunakan satuan bit, ditulis mengunakan huruf kecil b

satuan Byte lazim digunakan untuk kapasitas ataw volume , misal kapasitas hardisk 100 MB.
Sedangakan bit biasa digunakan untuk satuan kecepatan disuatu jaringan. Misal kecepatan internet untuk upload 62 kbps (kilobitpersecond)

Nah setelah mengetahui sistem ukuran yang digunakan dalam dunia perkomputeran, tentunya kita dapat menghitung waktu tranfer data video (pengiriman) kita:

WAKTU DIBUTUHKAN = VOLUME DATA : SPEED UPLOAD

perlu diketahui bahwa speed upload internet kadang tidak stabil, kadang tinggi bahkan kadang juga rendah. Namun dengan banyaknya sofware untuk mengukur kecepatan koneksi suatu jaringan seperti DU meter atau sofware yang lainnya, kita dapat mendapatkan kecepatan upload internet secara rata -rata. Nah kecepatan rata-rata inilah yang kita pergunakan nantinya.

lebih gampangnya mungkin dengan contoh soal berikut:
seorang koresponden mempunyai file video yang akan dikirim ke server kantornya dijakarta dengan volume 10 MB, sementara speed upload internetnya dengan mengunakan koneksi telkom speedy didapatkan kecepatan rata-rata sebanyak 62 kbps. berapa lamakah waktu yang dibutuhkan agar file tersebut sampai diserver kantornya dijakarta secara komplet (utuh)?

diketahui:
Volume data = 10 MB = 10 x 1024 = 10.240 KiloByte = 10.240 x 8 = 81.992 bit
speed upload = 62 kbps (kilobitpersecond)
1 menit = 60 second

maka:
waktu yang dibutuhkan = 81.992 : 62 = 1322,451 second

jadi waktu yang dibutuhkan adalah 1322, 451 second ataw 1322,451 : 60 second = 22,04 menit
kesimpulannya: koresponden tersebut membutuhkan waktu 22,04 menit agar file video yang dikirimnya sampai diserver video kantornya dijakarta.


cukup mudah bukan.......
so selanjutnya, kalaupun nanti para bos-bos dikantor telp nanyain waktu pengiriman, kita mempunyai jawaban yang lebih akurat, dari pada mengikuti waktu yang ditunjukan oleh software FTP. Dan juga dengan mengetahui waktu yang dibutuhkan dalam proses pengiriman ini, kita dapat menentukan kapan gamabr kita harus segera dikirm. Agar nantinya tidak terlambat denga deadline kantor......

good luck...

Minggu, 04 Januari 2009

KELUH KESAH TEMAN DAERAH (BAG.II)

Beberapa bulan kemudian temen daerah kembali bertanya "aku udah ngirim secara online, tapi kok masih juga jarang tayang ya...??? Nah..berati sekarang masih ada masalah baru yang sebelumnya tidak terdeteksi...
setelah gamabr yang dikirim kan dilihat hasil, memang ternyata kualitas gambar memang tidak memenuhi syarat untuk disiarkan terkecuali untuk berita yang bener-bener darurat yang menuntut segera ditayangkan, akan tetapi untuk berita yang isue-nya tidak begitu penting maka dapat dipastikan berita (gambar) tersebut tidak akan tayang...

Secara kualitas memang terjadi penurunan kualitas gambar, entah pixel gambar yang sangat minim, video size (widht x height) yang sangat tidak standar, bahkan settingan video bitrate yang ngawur. Semua kesalahan tersebut terjadi pada gambar temen daerah itu, walaupun secara teknis pengambilan gambar dan editing sudah mendekati SOP yang dikeluarkan perusahaan.

Ketatnya persaingan antar stasiun TV, juga membuat makin ketatnya dalam hal Quality Control, selain aktualitas dan kecepatan suatu berita...namun yang perlu ditekankan adalah media untuk mempublikasikan berita tersebut adalah televisi (audio+video), yang mana penonton menuntut gambar yang bagus, baik itu dari segi Content maupun darisegi kualitas gambar.
Nah dalam kualitas gambar inilah temen daerah tersebut belum dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh redaksi, sehingga jangan disalahkan para produser kalo gambar yang tidak sesuai standar tidak tayang....

Sadar akan kesalahnya temen daerah tersebut, mulai bersemangat kembali untuk lebih serius mempelajari proses streaming video. Setelah sebelumnya dalam proses editing, encoding memakai sofware versi home, maka sekarang temen tersebut pengen mencoba unruk menaikan level menjadi sofware versi profesional...(suatu kemajuan luarbiasa bagi saya karena kemauan temen tersebut bener besar untuk maju)....
disini saya juga menenkan kepada temen tersebut, bahwa sofware, hardware itu merupakan alat bantu saja...akan tetapi hasil akhir tetap tergantung dari siapa yang mengoperasikan...dalam pepatah londo "man behind the Gun".

Akhirnya dia sepakat untuk memilih salah satu software keluaran ADOBE dan canopus dengan alasan..software tersebut gampang dicari dan juga user friendly dan juga tidak membutuhkan spec PC yang terlalu tinggi...

Setelah beberapa lama temen tersebut tidak pernah menghubungi lagi, karena ada kekhawatiran akan hilang semangatnya untuk belajar, saya coba menghubungi temen tersebut untuk menanyakan progress dia selama ini...dan ternyata diluar dugaan saya.....dia masih telah menguasai apa yang dipelajarinya selama ini..dan apa yang diharapkan sejak awal (masalah tayang berita) ada peningkatan secara signifikan........
Dan sekarang temen tersebut...menjadi contoh bagi temen2 daerah lainnya, terutama yang mempunyai problem yang hampir sama......

alhamdulillah.....

KELUH KESAH TEMAN DAERAH

Beberapa waktu lalu teman jurnalis disuatu daerah sempat bertanya "kenapa berita-ku (gambar) khususnya untuk berita yang bukan bertipikal hard news sering tidak tayang ? Padahal menurut pengakuan dia, cara pengambilan gambar telah sesuai dengan SOP, dan juga angel berita yang buat juga tidak kalah dengan berita di daerah lainnya yang tayang pada saat itu. Teman itu juga mengakui bahwa keputusan penayangan memang ada di produser yang ada di pusat (Jakarta). Namun tidak adakah cara lain yang membuat kans untuk berita itu ditayangkan lebih besar.

Setelah berdiskusi cukup lama dengan temen tersebut, dapat disimpulkan bahwa kendala berita ( gambar) temen tersebut tidak / jarang tayang dikarena kendala birokrasi (tentunya internal perusahaan). Aku mengusulkan kenapa berita (gambar) dia tidak langsung dikirim keserver video kantor dijakarta? karena selama ini cara pegiriman masih dengan cara tradisonal, alias dengan cara mengriim kaset video lewat Bis Umum, yang tentunya memakan waktu cukup lama dalam perjalanan kekantor untuk diproses menjadi sebuah paket berita. Belum lagi tenaga Produser dikantor ( biro) juga terbatas tapi dengan load pekerjaan yang tinggi. Akibatnya gambar (berita) yang berkategori bukan hard news tentunya menjadi prioritas nomer sekian untuk digarap oleh produser, dan parahnya lagi berita temen daerah tersebut malah terlupakan alias tidak digarap sama sekali.

Hal ini tentu berbeda dengan mengirim secara langsung keserver video dikantor pusat tanpa melalui kantor biro. Gambar akan langsung dapat dilihat oleh banyak produser karena semua PC dikantor telah online dengan server video, sehingga setiap orang dapat melihat gambar tersebut (tentunya harus melewati proses verifikasi terlebih dahulu untuk keamanan). Hal ini tentunya berbeda kalau mengirim secara tradisonal, gambar (berita) cuma dilihat oleh beberapa gelintir produser saja. Sehingga keputusan untuk dibuat menjadi paket berita terkesan subjektif. Dan hal yang terkesan subjektif ini akan dapat diminimalisir jika dalam proses menjadi paket berita, terdapat proses adu argumen yang kuat dari beberapa produser, sehingga kualitas akan terus terjaga.

Proses adu argumen malah tidak terjadi jika dikirim lewat cara tradisional, karena yang melihat cuma segelintir (bahkan cuma seorang ) produser saja. Apalagi beban kerja yang sangat tinggi, sehingga kemampuan konsentrasi kerja, kadang2 juga berkurang. (maklum Manusia biasa).

Tentunya untuk memulai proses pengiriman secara online harus melalui proses pembelajaran lagi. Baik itu untuk editing, encoding, jaringan dan hal yang berhubungan dengan teknologi informasi lainnya. (namun apa salahnya juga kita belajar untuk sesutu yang baru, yang belum kita ketahui...akan banyak manfaatnya ketimbang mudharatnya)...

Seiring waktu teman daerah tersebut memulai proses pembelajaran pengiriman online secara otodidak ...namun masalah masih saja terjadi.......

bersambung....

PEMAKAIAN SOFWARE CANOPUS PROCODER VERSI 1.5 UNTUK KEPERLUAN VIDEO STREAMING

cara pake canopus procoder....
ambil sofware di ftp ,folder campuran trus masuk ke folder sofware nah disana..kalian akan menemukan foder SBY Canopus Procoder..
downloud semua folder SBY Canopus Procoder tersebut...setelah selesai downloud...install di PC or Laptop kalian....jgn lupa untuk menyimpan folder yg telah kalian downloud tersebut di master sofware kalian, buat jaga2 kalo dikemudian hari kalo ada kemungkinan PC or lapto kalian di FORMAT...

PENTING: SELAIN ALAMAT FOLDER DIATAS...TERDAPAT JUGA FILE CANUPUS PROCODER LAINNYA....MOHON JGN DIDOWNLOUD...KARENA..FILE TERSEBUT TELAH BERCAMPUR DGN FILE VIDEO KORESPONDEN, SEHINGGA FILE TERSEBUT MENJADI SANGAT BESAR....( UKURAN FILE ASLI CANOPUS PROCODER VERSI 1.5 SEKITAR 19.6 MB...

aetelah selesai diinstal...di desktop akan ada 2 (dua) shortcut, yaitu canopus procoder dan conopus procoder wizard...
nah yg kita pakai adalah canopus procoder.....untuk yg canopus procoder wizard bisa kita buang aja dari desktop shortcut dengan cara klik kanan trus delete....agar nantinya gak bikin bingung temen dalam pemilihannya nanti....


next....buka canopus procoder
disana terdapat menu2, yg secara garis besarnya..terdapat:

SOURCE : merupakan sumber file yang akan kita rubah, dalam konteks ini merupakan file AVI yang berasal dari Adobe Premiere ( dalam bahasa awamnya gambar avi, yang sudah diedit itu loh...)

TARGET : merupakan sasaran akhir file yang akan di rubah...yang dalam konteks ini, akan kita rubah menjadi WMV yg merupakan standar tv-tv nasional saat ini buat pengiriman...

CONVERT : merupakan perintah untuk memulai encoding...

agar lebih jelas kita bahas satu persatu lebih dahulu...:

BIKIN MENU PRESET WMV :

langkah pertama..kita bikin dulu preset menu dicanopus, karena preset menu (default)yang dibuat oleh canopus procoder 1.5 belum terdapat wmv yang digunakan streaming...

caranya...:::
langsung klik TARGET..keemudian klik ADD...nah disini temen2 akan menemukan menu BASIC, WEB, VDC/DVD, DV, CUSTOM
pilih menu ATAW KLIK BASIC..trus klik WINDOWS MEDIA FILE
klik OK..

nah sekrg dilayar conupus tersebut akan muncul TARGET LIST DAN TARGET PARAMETER..
NAH YG PERLU KITA UBAH ADALAH menu di TARGET PARAMETER
disini temen2 perlu merubah settingan bawaan dari sofware yaitu:
video basic :
angka WIDTH : tertulis 320....RUBAH KE ANGKA 720
angka height : tertulis 240....RUBAH KE ANGKA 576
angka FRAME RATE (fps) : tertulis 29.970...rubah keangka 25.000
angka VIDEO BITRATE (kbps): tertulis 268...rubah keangka 1400

AUDIO BASIC :
angka AUDIO BITRATE (kbps) : tertulis 32...rubah keangka 128

kemudian klik SAVE PROFILE
akan muncul layar yang mana terdapat REPLACE CUSTOM DAN CREATE NEW:
centang bunderan CREATE NEW, kemudian isi NAME dengan tulisan 1.5 Mbps
isi DESCRIPTION dengan tulisan STREAMING
klik OK

nah samapai disini temen2 sudah membuat preset WMV dengan video bitrate 1400 kbps ataw 1,4 Mbps dan ditambah audio bitrate 128 Kbps..jadi total semua sekitar 1,5 Mbps
nah disarankan buat temen2 yang bandwidth internetnya rada lambat ataw minimal speed upload-nya sekitar 62 kbps (perhatikan: huruf b memakai huruf kecil, bukan B huruf besar,) memakai setinggan yang seperti ini (video + audio bitrate total 1,5 Mbps) karena setinggan seperti ini merupakan setinggan yang paling minimal yang masih layak untuk ditayangkan di televisi.

mungkin ada yang bertanya...bagaimana speed upload internet ditempatku bisa lebih besar dari 62 kbps????
nah kalian bisa membuat preset baru dengan ukuran video bitrate yang lebih besar dari 1,5 Mbps, yang tetntunya membuat kualitas gamabr temen2 semakin bagus..dan disenengin editor biro (yg galak2)..dan efeknya..para produser tentunya akan memberikan prioritas pertama terhadap gambar yg lebih bagus untuk ditayangkan...ujung2 kan pundi2 temen2 yang nambah juga... :)

caranya bikin preset baru..:

dilayar canopus yang telah kalian bikin tadi, temen2 tinggal merubah ukuran video bitrate nya dimana disana masih tertulis
VIDEO BASIC
angka VIDEO Bitrate (kbps) : tertulis 1400...dirubah menjadi 2000
untuk yang lainya biarkan ukuran seperti yang kalian buat diawal tadi..
kemudian klik SAVE PROFILE
CENTANG BUNDERAN CREATE NEW
isi NAME dengan tulisan 2 Mbps
isi DESCRIPTION dengan tulisan streaming
klik ok..

nah disini kalian telah membuat preset WMV dengan video bitrate 2 Mbps
kalo pengen lebih tinggi lagi ukuran video bitrate-nya, temen2 tinggal merubah angka video bitrate dengan angka yg lebih besar misal 3000 kbps, 4000 kbps atw lebih besar dari itu...dan bisa kalian SAVE dengan langkah yg sama seperti yang disebutkan diatas, hanya tingal merubah angka video bitrate dan di jagn lupa di SAVE PROFILE..

samapai tahap ini temen telah membuat 2 preset menu WMV yaitu 1,5 Mbps dan 2 Mbps..

silahkan temen2 tutup aplikasi sofware canopus procoder tersebut...
kalo nantinya minta save project lagi...diabaikan saja, alias klik NO...


CARA MENGKONVERT:

BUKA PROGRAM CONOPUS PROCODER
klik SOURCE : kemudian klik ADD kemudian pilih file video yang akan kalian convert, tentunya yg telah kalian edit dari adobe primiere (berextention AVI)

selanjutnya

klik TARGET : kemudian klik ADD, akan muncul menu BASIC, WEB, VDC/DVD, DV, CUSTOM
pilih atau klik CUSTOM, disana akan muncul menu preset WMV yang telah kalian bikin sebelumnya yaitu 1,5 Mbps dan 2 Mbps
silahkan kalain pilih, yang tentunya sesuaikan dgn kecepatan upload kalian disana...
dimisalkan pake speedy, pilih lah 1,5 Mbps
klik OK

kemudian isi BASE NAME : misalnya SBY_ LEMPO_BIKIN VIDEO PORNO ALA MESIR
kemudian untuk PATH : merupakan tempat kalian menyimpan hasil convert, misalnya di partisi D: folder video
klik OK

selanjutnya

klik CONVERT : kemudian klik tombol CONVERT yang terdapat dilayar...

mulai deh dia meng CONVERT...tunggu

lamanya konver tergantung kemampuan (kecanggihan) PC or Laptop kalian..
akan tetapi dgn PC atau Laptop standar akan memakan waktu paling lama 1,5 kali durasi video kalian...
misalanya video kalian berdurasi 1 menit, maka proses Convert akan memakan waktu paling lama 1,5 menit...
tp kalao komputer kalian udah canggih dan kenceng, maka bisa real time
dalam artian 1 menit ktu juga 1 menit...bahkan malah bisa kurang dari 1 menit...

PROSES CONVERT SELESAI akan ada BUNYI alarm, yang menerang proses telah selesai...
cek hasil Convert (dimainkan ataw di Play) di windows media player)..kalo ok
file WMV siap dikirimkan...

kalo masih bingung...juga silahkan kontak editor biro surabaya, mereka udah pada ngerti kok..trouble shotting-nya dimana..



salam satu untuk semua...
N' Now menuju Yang Beda

jon lempo